Apakah Kampus Merdeka Mampu Meningkatkan Kognitif, Afektif dan Psikomotorik Mahasiswa Kesehatan - UMLA

Apakah Kampus Merdeka Mampu Meningkatkan Kognitif, Afektif dan Psikomotorik Mahasiswa Kesehatan?

Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan (FIKES UMLA) melakukan penelitian untuk mengetahui, apakah program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Kemendikbud Ristek mampu meningkatkan domain kognitif, afektif dan psikomotor mahasiswa dalam pembelajaran di luar kampus? Tim penelitian FIKES UMLA dipimpin Virgianti Nur Faridah, M.Kep selaku Wakil Dekan I Bidang Akademik dan berlangsung selama Desember 2021.

Virgianti menjelaskan penelitian survei bertajuk “Peningkatan Domain Kognitif, Afektif Dan Psikomotor Dalam Program Pembelajaran di Luar Kampus pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Lamongan” itu melibatkan 960 mahasiswa FIKES UMLA, dengan rincian 683 mahasiswa S1 Keperawatan, 95 mahasiswa S1 Administrasi Rumah Sakit dan 182 mahasiswa S1 Farmasi. “Penelitian ini bagian dari pelaksanaan hibah penelitian pengabdian masyarakat, berupa bantuan pendanaan program kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka berbasis hasil penelitian dan purwarupa PTS oleh Ditjen Ristek Dikti Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi,” jelas Virgianti.

Hasil penelitian survey (tabel terlampir), menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran di luar kampus sangat bermanfaat bagi mahasiswa. Karena mahasiswa lebih mudah memahami materi-materi yang sudah disampaikan saat pembelajaran di kampus, baik materi akademik maupun non akademik, mendapatkan pengalaman baru terkait kegiatan di luar kampus yang sesuai dengan passion mahasiswa dan mengasah softskills mahasiswa saat berada di lapangan. ‘’Itu semua sebagai bekal untuk bekerja setelah lulus nanti serta mengasah kemampuan berpikir kritis mahasiswa untuk menyelesaikan problematika yang ada di lapangan atau masyarakat,’’ terang Virgianti.

Dekan FIKES UMLA, Arifal Aris, M.Kes menambahkan, program studi kesehatan telah menerapkan merdeka belajar, terutama pembelajaran di luar kampus, jauh sebelum kebijakan MBKM ini diluncurkan. Namun masih sebatas satu program kegiatan di luar kampus, yaitu magang/praktek kerja di rumah sakit. Sehingga program MBKM ini merupakan tantangan untuk dapat merancang dan melaksanakan proses pembelajaran di luar kampus yang inovatif pada delapan kegiatan dengan tetap memperhatikan capaian pembelajaran, mencakup domain sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara optimal.

Sesuai Permendikbud No. 3 Tahun 2020 Pasal 15 Ayat 1, delapan bentuk program itu meliputi: 1) pertukaran pelajar, 2) magang/praktik kerja, 3) mengajar di instansi pendidikan, 4) proyek di desa, 5) penelitian/riset, 6) kegiatan kewirausahaan, 7) studi/proyek independent dan 8) proyek kemanusiaan.

Bentuk pembelajaran di luar kampus yang telah dilakukan program studi di FIKES UMLA antara lain praktik kerja lapangan atau magang di rumah sakit milik pemerintah maupun swasta, pengabdian masyarakat di desa/komunitas, pertukaran mahasiswa, online course. Online course FIKES UMLA telah dilakukan dengan berbagai universitas luar negeri, antara lain dengan Asia University, Taipei Medical University dan Management dan Science University.

Sedangkan pertukaran mahasiswa atau student exchange dilakukan dengan UM Malang dan UM Yogyakarta. FIKES UMLA juga aktif mengikuti berbagai program yang diadakan kementerian terkait Merdeka Belajar, seperti Program Pejuang Muda Kemensos yang lolos diikuti 8 mahasiswa FIKES dan program Kampus Mengajar yang diikuti dosen dan mahasiswa.

Data Hasil Survei :

  1. Domain kognitif sebesar 96,15 % : menyatakan terjadi
  2. peningkatan saat dilakukan pembelajaran di luar kampus,
  3. Domain afektif sebesar 96,15 %
  4. Domain psikomotor sebesar 95,83 %.


Manfaat MBKM :

  1. Terhadap domain kognitif 51,67% (cukup bermanfaat)
  2. Terhadap domain afektif 51,67% (cukup bermanfaat)
  3. Terhadap domain psikomotor 82,71% (sangat bermanfaat).